Entri Populer

Sabtu, 20 Januari 2018



"Ego mu membunuh senyum yang sempat terlihat"

  KARAWANG,21 januari 2018-  Dulu ada  hal yang membuat saya bertanya akan suatu arti dari sebuah kebersamaan, karena jujur saya bisa di bilang sebagai seorang pemula yang baru-baru ini merasakan kebersamaan,karena saya adalah orang yang sangat mementingkan ego serta ambisi kadang pula saya tak peduli tentang apa yang saya lihat karena bagi saya semua yang saya lihat hanya lah sebuah omong kosong, namun kini bagi saya kebersamaan adalah sebuah bentuk hal yang paling saya senangi, dari kebersamaan saya mengerti perasaan senang,sedih,bahagia,juga beban yang di keluarkan oleh orang-orang yang berada di dekat dan disamping saya, dan ada kalanya sayapun menyimpulkan hal tersebut tentang ego saya yang kini terselimuti oleh rasa ragu dalam setiap langkah ini.
    
    Hai suara hati dengar-dengar toleransi di negeri ini sedang di ambang kepunahan karena ego dari sebuah harta,tahta, dan jabatan, hai suara hati apakah anak cucuku kelak akan menikmati kehidupan keberagaman ini, apakah mereka bisa menghirup udara perdamaian, dan apakah mereka juga bisa melihat saudara mereka saling bergotong royong dalam menyelesaikan sebuah masalah?. Seakan waktu terus berlalu dan tak pernah ingin mengerti selalu datang dan menepati janji nya, andaikan bisa ku belli waktu akan ku beli dengan sekuat tenaga dan isi kantong saku yang di penuhi receh ini, ku melihat disana seorang kakek tua yang merengek kepadaku karena tak bisa pulang, lalu ke melihat seorang pak tua yang sangat senang melihat diriku seakan dia berpendapat bahwa aku adalah malaikatnya, serta kulihat seorang petani yang sedang mengeluh tentang keadan alam yang kita miliki ternyata tidak terurus lagih, karena ego mu kau bunuh senyum mereka yang sempat terlihat dengan sekejap, semoga kau mengerti tentang isi dari sebuah "keluhan sang pemuda yang masih mencari jati diri bangsa ini"







Tidak ada komentar:

Posting Komentar